Creativity and Innovation in Organization karya Adie E. Yusuf

Berikut ini adalah tulisan dari salah satu Lecture saya di Teknologi Kinerja dari blog beliau d iteknologikinerja.wordpress.com . Alih-alih ,menggunakan tulisan beliau, saya sbenrnya ingin meramaikan blog saya saja .  sekaligus ikut memperkenalkan saya sebgai pribadi… semoga beliau maklum dengan maksud saya. hahaha

Pendahuluan Pada satu sisi, banyak karyawan yang memiliki kreativitas berupa ide-ide untuk memajukan perusahaan melalui perbaikan proses/metode dan produk kerja. Sedangkan pada sisi lain, lingkungan kerja berpengaruh besar dalam mendorong dan menghambat kreativitas. Perusahaan dapat menciptakan budaya dan iklim kerja yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi, atau sebaliknya mematikan kreativita dari karyawan.

Oleh karena itu, metode pengembangan kreativitas dan inovasi menjadi penting dalam pekerjaan baik individual, kelompok/Tim maupun organisasional. Dengan demikian diharapkan para karyawan dapat mengembangkan wawasan pengetahuan dan keterampilan untuk membangun lingkungan kerja. Selain itu karyawan dipastikan akan melepaskan dan mengarahkan energi kreativitas untuk membangun lingkungan kerja yang lebih berdayasaing.

Apakah kreativitas itu?

Secara umum, kreativitas merupakan hasil penyatuan pengetahuan dari berbagai pengalaman untuk menghasilkan ide-ide yang baru yang lebih baik. Kreativitas tidak terbatas pada sekelompok orang seperti seniman, komponis atau ilmuwan, tetapi merupakan upaya manusia yang lebih luas.

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk kreatif untuk menciptakan pendekatan-pendekatan baru dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. Kreativitas menuntut setiap individu menemukan cara-cara yang baru dan lebih baik dalam melakukan pekerjaan, menantang pendekatan tradisional yang sudah teruji, dan mengantisipasi perubahan lingkungan. Secara ilmiah, Ford (1995) menyatakan bahwa kreativitas adalah suatu pertimbangan subyektif dan kontekstual mengenai pembaruan dan nilai suatu hasil dari perilaku individual atau organisasional. Untuk merumuskan kreativitas tergantung pada konteks dimana ide, proses, produk atau prosedur yang ada. Apabila berada dalam konteks organisasi, maka ide-ide kreatif harus dinilai dalam konteks lingkungan organisasional. Selanjutnya, kreatifitas adalah pertimbangan subyektif mengenai nilai kebaruan, dimana kreativitas bukan sesuatu yang secara obyektif diukur seperti persentase dan volume.

Oleh karena itu, kreativitas dirumuskan dari sudut pandang pertimbangan-pertimbangan yang dibuat oleh orang-orang yang terbiasa dengan konteks profesinya. Kreativitas bukanlah sesuatu yang hidup dalam individu-individu, melainkan sesuatu yang dinilai atas dasar manifestasi dari ide-ide yang dihasilkan dan dapat diamati. Jadi kreativitas merupakan konsep yang subyektif dan para psikolog sejak lama berusaha menilai kreativitas secara individual dan kelompok sbagai salah satu unsur kuat dari pengalaman hidup dan menjadi sumber perjuangan hidup.

Apakah inovasi itu?

Inovasi secara umum adalah proses penerapan ide-ide kreatif secara aktual ke dalam praktek. Tantangan yang terbesar orang yang kreatif adalah mempengaruhi yang lain untuk menerima ide-ide kreatif mereka dan selanjutnya menerapkan ide-ide tersebut di lapangan.

Para pakar dan pengambil kebijakan telah berupaya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi dan bagaimana inovasi-inovasi dapat dikelola secara efektif dalam organisasi. Perhatian terhadap inovasi semakin berkembang dan semakin luas di berbagai bidang. Di sektor industri, ada perhatian yang besar dari pemerintah dan swasta mengenai inovasi. Persaingan yang semakin ketat dalam pasar global menuntut setiap perusahaan melakukan inovasi dan beradaptasi agar mampu bertahan hidup dan bersaing di lingkungan usaha yang kompetitif. Anggaran biaya yang besar telah diinventasikan untuk mendukung penerapan inovasi melalui riset dan pengembangan. Secara khusus, inovasi adalah pengenalan metode baru dan lebih baik dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Inovasi merupakan pengenalan dan penerapan ide-ide, proses, prosedur dan produk yang disengaja secara individu dan tim untuk mendukung perubahan dalam organisasi. Perubahan ini termasuk keuntungan ekonomis, kepuasan kerja, pertumbuhan pribadi, komunikasi terbuka, dan kinerja. Inovasi juga termasuk perubahan teknologi seperti proses produksi baru, dan teknologi canggih. Inovasi juga termasuk dalam perubahan manajemen, seperti sumber daya manusia, kebijakan dan strategi organsiasi, kerjasama. Perubahan dapat dipandang sebagai inovasi apabila terjadi perubahan yang baru bagi individu, kelompok atau organisasi yang memperkenalkan. Inovasi dapat bervariasi mulai inovasi sederhana sampai inovasi yang kompleks. Inovasi dapat berupa produk baru atau cara baru yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan yang diperkenalkan oleh individu, kelompok atau organisasi.

human-performance2

Suatu inovasi dapat diperkenalkan dengan waktu relatif cepat, sedangkan inovasi lainnya memerlukan waktu bertahun-tahun. Beberapa inovasi tidak terencana dan muncul seketika. Banyak inovasi yang terencana, menuntut perhatian dan energi yang besar untuk menjamin keberhasilannya.

Contoh inovasi dengan rentang waktu dari konsep sampai dengan realisasi dan masa inkubasi sebagai berikut : Inovasi Konsep Realisasi Inkubasi · Antibiotik 1910 1940 30 tahun · Transmisi otomatis 1930 1946 16 tahun · Ballpoint 1938 1945 7 tahun · Kopi instan 1934 1956 22 tahun · Shampo cair 1950 1958 8 tahun · Energi nuklir 1919 1965 46 tahun · Nilon 1927 1939 12 tahun · Fotografi 1782 1838 56 tahun · Radar 1904 1939 35 tahun · Jam tangan otomatis 1923 1939 16 tahun · Televisi 1884 1947 63 tahun · Video tape recorder 1950 1956 6 tahun · Foto copy 1935 1850 15 tahun · Ritsluiting 1883 1913 30 tahun

Jadi kreativitas sebagai ide-ide mengenai cara-cara baru dan lebih baik dalam pekerjaan, sedangkan inovasi sebagai implementasi dari ide-ide baru tersebut dalam praktek. Bagaimana hubungan antara inovasi dan kinerja?

Apakah inovasi mempengaruhi kinerja yang lebih baik?

Survai membuktikan bahwa terdapat korelasi yang positif dan konsisten antara tingkat inovasi dengan kinerja perusahaan. Artinya semakin tinggi tingkat inovasi, maka semakin tinggi kinerja perusahaan. Para pengusaha percaya bahwa perusahaan yang ingin kompetitif di berbagai bidang, maka harus mengembangkan strategi-strategi yang inovatif. Walaupun survai menunjukkan skala inovasi di beberapa perusahaan masih rendah dan seringkali terdapat resistensi terhadap perubahan.

Faktor-faktor yang dapat mendorong inovasi dalam perusahaan adalah: · Lingkungan, yaitu perusahaan manufaktur dengan pangsa pasar terendah lebih besar kemungkinannya untuk berinovasi melalui inovasi yang bersifat reaktif, adaptif atau serentak.

· Mutu, yaitu perusahaan inovatif memberikan perhatian besar pada mutu, tetapi pengecekan mutu tidak hanya dilakukan pada akhir produksi, tetapi pada setiap proses kerja yang didukung informasi.

· Kerjasama tim, yaitu perusahaan yang memperkenalkan dan mengembangkan kerjasama tim yang efektif akan lebih berinovasi

· Komunikasi, yaitu komunikasi dan koordinasi antar departemen merupakan penentu yang penting bagi inovasi.Komunikasi internal perusahaan berupa pertemuan berkala juga berpengaruh terhadap inovasi

· Dukungan manajemen, yaitu komitmen manajemen dan dukungan sumber daya manajemen sangat mempengaruhi karyawan mengembangkan inovasi.

· Keterbukaan, yaitu perusahaan inovatif membiarkan kebijakan, strategi dan asumsi terbuka untuk dipertanyakan.

· Partisipasi, yaitu keterlibatan karyawan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan saling menghormati serta menghilangkan kecurigaan diantara para karyawan dan manajemen.

Penutup Dapat disimpulkan bahwa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi, maka perlu didorong kreativitas individual, strategi inovasi, pengakuan inovasi dan pendekatan proaktif terhadap inovasi secara meyeluruh dalam suatu organisasi. Upaya mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi berarti menerapkan suatu strategi proaktif dan terencana serta menggerakkan proses-proses kreativitas dan inovasi. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan dan mendukung kreativitas para karyawan yang bekerja di perusahaan, menciptakan konflik yang konstruktif dan perbedaan pendapat dalam organisasi yang heterogen untuk menghasilkan bauran perspektif yang luas untuk menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, dituntut perubahan orientasi dari individu, kelompok dan organisasi untuk mengadakan eksperimen, mengambil risiko, menciptakan tantangan dan mendorong pertumbuhan kreativitas.

Sumber: Michael A. West, ”Developing Creativity in Organization”, Terjemahan, Jakarta: Penerbit Kanisius, 2000)

Iklan

Tentang imraan muslim

imraan muslim adalah seorang merupakan mahasiswa (prodi) Teknologi Pendidikan dengan konsentrasi pada Human Performance Technology. Saya biasa dipanggil imronQren, juga memiliki e-mail di imron_qren@yahoo.co.id imraanmuslim@gmail.com Impian saya masih akan beberapa tahun lagi dari sejak saya tulis ini (), beberapa adalah : 1. Menyelenggarakan suatu event seminar ataupun training berskala besar, menjadi pembicara di suatu pelatihan berskala besar,... 2. Mengelola SDM sekolah yang ada di Bojonggede, 3. Membangun sekolah berstandar nasional yang unik nan unggul di Bojonggede, 4. Membangun Pusat Sumber Belajar yang terlengkap dgn beragam program/pelayanan di Bojonggede, 5. Membangun iQ-Land di Bojonggede-Cibinong sesuai dengan konsep MICE, akulturasi budaya, nintendo-IPTEK-indonesia, Apakah Anda berminat untuk mendukung dan berpartisipasi menggapai impian saya ?! Tantangan besar dan berat memang ... tapi selalu ada jalan untuk orang yang bermimpi !!
Pos ini dipublikasikan di performance technology dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Creativity and Innovation in Organization karya Adie E. Yusuf

  1. imraanmuslim berkata:

    Salam Qren !
    dalam tulisan Pak Adie, …
    dalam mengevaluasi, ternyata juga memerlukan instrumen evaluasi ynag valid, reliabel, terstandar, objektif dan mudah digunakan. Apakah ini berarti dalam evaluasi pelatihan (program), memiliki suatu perhitungan tertentu yang telah menjadi standar ?

    setahu saya dalam evaluasi hasil, instrumen evaluasi selalu berbeda, hasilnya pun relatif. Bagaimana sebenarnya pengukuran penggunaan isntrumen untuk pelatihan ini ??

    penghitungan statistika pun tidak luput dari perhitungan ini … padahal saya kira, evaluasi untuk pelatihan hanya sekedar menghimpun data kepuasan dan pencapaian secara kualitatif ….

    apakah ada yang bisa membantu saya ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s